Selasa, 15 September 2015

Cara Pembuatan Es Tube


Teman-teman pasti pernah minum es teh di restoran atau di warung ? kalau kita perhatikan bertuk dari es batu yang ditambahkan itu berbentuk selongsong atau disebut tube. Mau tahu cara pembuatan es tube ? begini caranya

Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam produksi es tube diantaranya; filtrasi yaitu proses pemurnian bahan baku, selanjutnya proses pembekuan yaitu mengubah air dari bentuk cair ke bentuk padat, berikutnya pelepasan dari cetakan, dan yang terkhir adalah pengemasan serta penyimpanan.


 
  •  Filtrasi
Proses filtrasi dilakukan dengan menggunakan Water Treatment. Proses ini dimaksudkan untuk menyaring kotoran serta kandungan logam berupa Mangan (Mn) yang terbawa oleh bahan baku. Bahan yang digunakan pada proses penyaringan berupa Zeolit dan Resin. Zeolit merupakan mineral alumina silikat yang tersusun atas tetrahedral-tetrahedral alumina (AlO45-) dan sillika (SIO44-) yang membentuk struktur bermuatan negatif dan berongga terbuka/berpori. Adapun fungsi dari zeolit yaitu sebagai penukar ion dan adsorben, penggunaan sebagai penukar ion dikarenakan zeolit mampu untuk mengurangi tingkat pencemaran logam berat seperti Pb, Cd, Zn, Cu2+, Mn2+, NI2+ pada lingkungan maupun pada air yang digunakan sebagai bahan baku es tube, sedangakan sifat adsorbennya dikarenakan zeolit mempunyai struktur pori terbuka dengan internal surface area besar sehingga kemampuan mengadsorb molekul yang lebih kecil. Adapun fungsi resin adalah untuk menetralkan air sampai pada batas mutu bahan baku air yaitu Ph = 7.

  • Pembekuan
        Pada proses pembekuan digunakan mesin pembuat es tube (ice tube maker). Proses pendinginan berlangsung secara tidak langsung dimana bahan baku didinginkan dengan refriegrant berupa amoniak (NH3). Proses ini dimulai dari kompresor yang menghisap amoniak (NH3) dan menekan gas NH3 menuju kondensor. Di dalam kondensor gas amoniak (NH3) berkondensasi sehingga berubah menjadi bentuk cair. Cairan amoniak (NH3) tersebut kemudian ditampung di dalam receiver. Dari receiver kemudian disalurkan ke dalam evaporator dan terjadi proses perpindahan panas dari air ke sistem yang menyebabkan air membeku. Dibutuhkan waktu selama 20 menit untuk merubah air menjadi es dengan suhu -100C

  • Shifting (Pelepasan)
      Proses pelepasan es tube dari cetakan dibantu dengan gas amoniak (NH3) bersuhu dan bertekanan tinggi yang mengalir di dalam sistem cetakan. Pemberian uap panas dalam waktu yang singkat tersebut akan mengakibatkan es tube terlepas dari cetakan dan turun menuju Screw Conveyor, proses ini berlangsung secara otomatis dengan menggunakan sensor suhu. Sebelum keluar pada Box Screw Conveyor, es tube akan dipotong menggunakan mata pisau yang digerakan dengan elektromotor sehingga keluaran es dari mesin pembuat es sudah berbentuk potongan silinder.

  • Packaging (Pengemasan)
     Setelah tertampung dalam Box Screw Conveyor produk es tube kemudian dikemas dengan menggunakan plastik polietylen dalam bentuk kanvil dan memiliki daya tahan yang baik terhadap berat bahan. Pengemasan dilakukan secara menual oleh tenaga kerja dengan bantuan screw conveyor. Alasan pengemasan tidak dilakukan secara automatis dikarenakan lebih efektif dari segi waktu dan lebih efisien dari segi biaya.

  • Penyimpanan
      Produk yang telah dikemas kemudian disimpan dalam kamar pendingin yang bersuhu -100C. Lama waktu penyimpanan maksimal selama 2 (dua) hari sampai waktu pengiriman. Pabrik es Saripetojo memiliki 2 (dua) kamar pendingin dengan kapasitas optimal sebanyak 2000 kanvil per kamar. Produk yang disimpan lebih dari 2 (dua) hari akan mengalami penyusutan berat dan volume atau dinyatakan afkir dan tidak layak jual.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih, anda tidak menggunakan kata-kata berbau SARA. Komentar anda sangat membangun kami