Rabu, 15 Desember 2010

Teori Evolusi Biologi


Kali ini kita akan belajar tentang Teori Evolusi Biologi. Evolusi mempunyai arti perubahan atau perkembangan secara berangsur-angsur dalam waktu yang lama. Sedangkan evolusi biologi mempunyai arti perubahan makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama, dari organisme tingkat rendah ke organisme tingkat tinggi. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh ilmuan amatir yang bernama Charles Darwin dalam bukunya “The Origin of Spesies” yang diterbitkan tahun 1859. Teori ini mendapat dukungan penuh dari penganut paham materealisme, salah salah satunya adalah Karl Marx yang menjadi penggemar berat Darwin.

            Dalam bukunya Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup berasal dari moyang yang sama dan mengalami perubahan sedikit demi sedikit, namun dalam teorinya ini Darwin tidak menjelaskan bagaimana makhluk pertama muncul menjadi ada. Alexander Oparin, pakar biologi Rusia 1930-an berusaha menjelaskan bagaimana makhluk bersel satu pertama dapat terbentuk  secara kebetulan. Namun uasahanya berakhir dengan kegagalan dan dia sendiri harus mengakui, “Sayangnya asal usul sel masih merupakan pertanyaan yang ternyata adalah bagian paling kabur dari keseluruhan teori evolusi”. Terang saja Darwin menyatakan hal demikian karena pada masa itu masih menggunakan mikroskop sederhana dalam pengamatan terhadap sel sehingga tidak telihat jelas perbedaan antara sel satu dengan sel lainnya.
            Salah satu teori yang mendukung teori evolusi adalah seleksi alam. Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyeleksi individu-individu yang ungul, misalnya sekelompok rusa yang diburu oleh pemangsanya, maka rusa yang dapat berlari cepat akan tetap hidup. Namun permasalahannya seleksi alam hanya mengurangi individu-individu yang lemah dan sama sekali tidak berhubungan dengan teori evolusi Darwin menanggapi teorinya sendiri tentang seleksi alam, Seleksi alam tidak berperan apapun hingga variasi menguntungkan, berkebetulan untuk terjadi”.

            Teori yang kedua adalah pewarisan fisik, sebelumnya teori ini dikemukakan oleh ilmuan Inggris yang bernama Lamarck. Ia berpendapat bahwa jerapah dahulu berleher pendek, karena nenek moyangnya mencari daun yang lebih tinggi akhirnya berleher panjang. Pendapat ini mempengaruhi Darwin dalam menyanggah teorinya. Namun Darwin sendiri tidak yakin sehingga dalam bukunya Ia menyatakan  “Jika dapat dibuktikan bahwa terdapat organ kompleks yang tak mungkin terbentuk melalui banyak perubahan kecil bertahap, maka terori saya akan sepenuhnya hancur berantakan”. Benar saja pernyataan ini runtuh tak lama setelah sepeninggal Darwin dengan ditemukannya hukum pewarisan sifat oleh  Mendel, yang menyatakan bahwa “pewarisan sifat hanya sebatas genetika dan bukan fisik”.

             Setelah kehabisan akal tentang teori evolusi maka para evolusionis masa kini menyatakan bahwa makhluk hidup terdeferensiasi dari satu spesies ke spesies yang lain dan berkembang sebagai hasil dari mutasi. Pernyataan ini jelas mustahil karena, Mutasi hanya merusak DNA dan hanya membahayakan makhluk hidup. Mutasi menguntungkan belum pernah dijumpai di alam maupun di laboraturium karena mutasi tidak menambahkan informasi genetis baru. Jadi, bagaimana mungkin seekor reptil dapat berubah menjadi burung.

            Kesimpulannya adalah bahwa teori evolusi biologi yang menganggap alam semesta beserta isinya tidak diciptakan melainkan hasil perubahan sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama adalah tidak benar. Berbagai bukti dan teori telah menegaskan hal tersebut salah satunya adalah bukti catatan fosil yang menunjukkan bahwa individu-individu pada masa dahulu tidak berbeda dengan masa sekarang.


Evolusi Manusia

Benarkah manusia berasal dari kera yang berevolusi ?. Lalu, bagaimana dengan manusia pertama, apakah berasal dari kera ?

Hingga kini sekitar 6500 spesies kera pernah hidup, dan kebanyakan dari mereka telah punah. Tengkorak kera punah ini kemudian menjadi sumber yang dapat ditafsirkan oleh para evolusionis dengan kemampuan berakhayal mereka secara bebas. Dengan menyusun tengkorak kera dari yang terkecil hingga yang terbesar dan menambahkan sejumlah tengkorak ras manusia yang telah punah, para evolusionis merekayasa evolusi manusia. Sebagai contoh manusia Australopithecus (manusia dari selatan) yang disebut-sebut sebagai nenek moyang manusia yang sedang mengalami perubahan, ternyata tak lebih dari fosil kera sejenis simpanse yang telah punah
 



Sedangkan manusia seperti homo ergaster, homo sapien archaic, homo erectus dan sebagainya tak lebih jenis ras manusia yang telah punah. Sama halnya dengan manusia masa sekarang yang mempunyai perbedaan ras seperti; ras eropa, ras asia, ras afrika, dan sebagainya.

  Barnest Hooten di tahun 1931 pernah menyatakan ” Dengan keahlian yang sama anda dapat  merekonstruksi terngkorak Neanderthaloid menjadi wajah simpanse atau wajah seorang filusuf. Restorasi tipe-tipe manusia purba ini memiliki sangat sedikit nilai ilmiah itupun kalau ada, dan cenderung menyesatkan masyarakat.”



Dirangkum dari film Harun Yahya

2 komentar:

  1. teori evolusi sudah tak absah secara ilmiah, jadi tak mungkin segala yang ada di alam semsta ini terjaddi scra KEBETULAN, analoginya... apakah mungkin suatu badai yang melewati rerongsokan barang bekas mengeluarkan mobil mewah, atau suatu persputakaan dengan sejuta buku-buku didalamnya tanpa adanya pengarang, jadi alam dan mahluk hidup didalamnya sudah ada yang menciptakannya yakni Tuhan, bukan terjd secara kebetulan

    BalasHapus

Terimakasih, anda tidak menggunakan kata-kata berbau SARA. Komentar anda sangat membangun kami