Minggu, 02 November 2014

Tata Letak Industri

Salah satu kegiatan rekayasawan industri yang tertua adalah menata letak pabrik dan menangani pemindahan bahan. Tata letak yang baik selalu melibatkan tata cara pemindahan bahan di pabrik sehingga kemudian disebut tata letak dan pemindahan bahan (Machfud dan Agung, 1990).

Tata letak merupakan suatu yang sederhana dalam komunikasi, memiliki hasil yang rumit dan banyak koleksi data serta analisa. Tata letak adalah rencana-rencana fasilitas yang sangat besar. Sebuah aliran diagram, tidak dapat memproduksi sampai tata letak tersebut memiliki kemajuan. Tentu, itu dapat digunakan pada tata letak yang metodenya adalah metode perbandingan dengan metode proporsi berbasis untuk perbaikan produktivitas dan biaya reduksi (Meyers&Matthew, 2005).

Tata letak fasilitas dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari unsur-unsur fisik yang diatur mengikuti aturan atau logika tertentu. Tata letak fasilitas merupakan bagiandari perancangan fasilitas yang lebih fokus pada pengaturan unsur-unsur fisik. Unsur-unsur fisik yang dimaksud dapat berupa mesin, peralatan, meja, bangunan dans sebagainya. Aturan atau logika pengaturan dapat berupa ketetapan fungsi tujuan misalnya saja total jarak atau total biaya perpindahan bahan.Dalam merancang tata letak fasilitas manufaktur atau tata letak pabrik, maka unsur-unsur fisik yang perlu diperhatikan adalah mesin, peralatan, operator dan mateial. Umumnya, fungsi tujuannya adalah total biaya perpindahan yang minimum. Hal ini dicapai melalui pengaturan mesin-mesin dan peralatan sedemikian sehingga jaraknya tidak jauh tanpa melanggar kaidah-kaidah ergonomis. Perancangan tata letak fasilitas manufaktur cukup kompleks sehingga membutuhkan pendekatan multi disiplin (Francis and White, 1974).

Menurut Moore (1962), jenis-jenis tata letak yang ada dalam suatu fasilitas industri sebagai berikut.

1. Fixed Position, merupakan tata letak paling sederhana dimana pekerja dan material dibawa ke lokasi pekerjaan. Pekerja, material, ketrampilan manajerial dibawa ke suatu tempat. Contoh tata letak ini adalah konstruksi bendungan,dll.

2. Job shop, tata letak jenis job shop disusun berdasarkan pengelompokan pekerja dan peralatan yang mempunyai fungsi sama. Tata letak ini seringkali disebut dengan nama tata letak proses atau tata letak fungsional karena fungsi-fungsi khusus seperti inspeksi produk yang dilakukan pada suatu tempat untuk berbagai produk.
3. Batch Processing, merupakan proses dengan jumlah order besar pada bagian-bagian serupa seperti suatau grup yang melalui urutan. Tata letak ini memungkinkan produsen mencapai skala ekonomi dengan membentuk suatu aktivitas yang sama untuk mengatur volum produk.

4. Line processing, merupakan tata letak penyusunan pekerja dan peralatan menurut urutan operasi. Tata letak ini seringkali disebut tata letak produk line atau assembly line karena menggunakan konveyor dan peralatan otomatis untuk meminimumkan perancangan bahan secara manual.

5. Continuous flow, merupakan tata letak yang berorientasikan  pada teknologi proses seperti produksi bahan kimia atau minyak. Fasilitas proses seringkali otomatis dan didesain agar dalam pengoperasiannya sebagai satu kesatuan yang terpadu.

Layout pabrik dalam arti sempit adalah tata letak atau tata ruang didalam pabrik. Sedangkan secara luas layout pabrik adalah cara penempatan seluruh fasilitas-fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif danefisien. Fasilitas pabrik dapat berupa mesin-mesin, alat-alat produksi, alat pengangkutan bahan, dan peralatan pengawasan, serta tata letak dan susunanruangan. Sasaran yang jelas dan pasti dari layout suatu pabrik akan dengan sendirinya memberikan efek bagi kegiatan yang ada didalamnya. Adapun manfaat layout pabrik diantaranya adalah sebagai berikut : Meningkatkan jumlah produksi, sehingga proses produksi berjalan lancar, yang berimbas pada output yang besar, biaya dan jam tenaga kerja serta mesin minimum. Mengurangi waktu tunggu, artinya terjadi keseimbangan beban dan waktu antara mesin yang satu dengan mesin lainnya, selain itu juga dapat mengurangi penumpukan bahan dalam proses, dan waktu tunggu.Mengurangi proses pemindahan bahan dan meminimalkan jarak antara proses yang satu dengan yang berikutnya. Hemat ruang, karena tidak terjadi penumpukan material dalam proses,dan jarak antara masing-masing mesin berlebihan sehingga akan menambah luas bangunan yang tidak dibutuhkan.Mempersingkat waktu proses, jarak antar mesin pendek atau antara operasi yang satu dengan yang lain. Efisiensi penggunaan fasilitas, pendayagunaan elemen produksi, yaitu tenaga kerja, mesin, dan peralatan. Meningkatkan kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman, nyaman, tertib,dan rapi, mempermudah supervisi, mempermudah perbaikan dan penggantian fasilitas produksi, meningkatkan kinerja menjadi lebih baik, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas .Mengurangi kesimpangsiuran yang disebabkan oleh material menunggu, adanya gerak yang tidak perlu, dan banyaknya perpotongan aliran dalam proses produksi (intersection) (Setiawan, 2010).

Tujuan utama dari tata letak pabrik adalah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yg paling ekonomis utk produksi aman dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance karyawan. Tata letak yg baik akan dapat memberikan keuntungan dalam sistem produksi (Ibrahim,2012):
·       Menaikkan Output Produksi : Tata letak yg baik akan memberikan produktifitas yg tinggi (output lebih besar dengan biaya sama atau lebih kecil)
·       Mengurangi Waktu Tunggu : Pengaturan tata letak yg terkoordinir dan terencana dengan baik akan dapat mengurangi waktu tunggu yg berlebihan.
·       Mengurangi Proses Pemindahan Bahan : Utk merubah bahan baku menjadi produk jadi, sedikitnya satu dari tiga elemen dasar sistem produksi (bahan baku, orang, mesin) akan berpindah. Dan kebanyakan kasus adalah pemindahan bahan baku menjadi sorotan utama dalam rangka pengaturan tata letak dimana dengan pengaturan yg baik, maka pemborosan yg terjadi pada pemindahan bahan dapat dikungi secara signifikan.
·       Penghematan penggunaan Area Utk Produksi, Gudang dan Service : Perencanna tata letak yg optimal akan dapat mengatasi pemborosan pemakaian ruangan secara berlebihan.
·       Pendayagunaan Yang Lebih Besar dari Pemakaian Mesin, Tenaga Kerja, dan fasilitas Produksi Lainnya : Tata letak yg terencana dengan baik akan banyak membantu dalam pendayagunaan elemen-elemen produksi secara lebih efektif dan efisien.
·       Mengurangi Inventory In Process : Dengan perencanaan tata letak yg baik, sehingga waktu tunggu antar proses bias berjalan dengan baik, maka penumpukan barang setengan jadi dapat dikurangi dan sesegera mungkin diselesaikan diproses berikutnya.
·       Proses Manufakturing yg Lebih Singkat : Dengan memperpendek jarak antara operasi satu dengan operasi berikutnya, maka proses produksi dapat di[ersingkat utk menghasilkan produk jadi.
·       Mengurangi Resiko Bagi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari Karyawan : Perencanaan tata letak pabrik juga ditujukan utk membuat suasana kerja yg nyaman dan aman bagi karyawan yg bekerja di dalamnya shg hal yg bisa dianggap membahayakan dan ketidaknyamanan harus dihindari.
·       Memperbaiki Moral dan Kepuasan Kerja : Segala sesuatu yg diatur dengan baik akan mencipatkan suasana yg menyenangkan sehingga moral dan kepuasan kerja dapat ditingkatkan.
·       Mengurangi faktor yg bisa merugikan dan mempengaruhi kualitas dari bahan baku ataupun produk jadi : Tata letak yg baik akan dapat mengurangi kerusakan yg bisa terjadi pada bahan baku atau produk jadi.

Tata letak berdasarkan aliran proses (process layout) seringkali disebutan pula dengan functional layout adalah metode pengaturan dan penempatan dari mesin dan segala fasilitas produksi dengan tipe / macam yang sama dalam sebuah departemen. Contoh aplikasi dari layout berdasarkan aliran proses bisa dijumpai baik dalam sektor manufakturing maupun jasa pelayanan. Rumah sakit, bank, universitas, dan sektor industri jasa umumnya akan mengatur segala fasilitas yang dipunyai berdasarkan fungsi-fungsi kegiatannya. Untuk tata letak berdasarkan posisi tetap, material dan komponen dari produk utamanya akan tinggal tetap pada posisi / lokasinya sedangkan fasilitas produksi seperti tools, mesin, manusia serta komponen-komponen kecil lainnya akan bergerak menuju lokasi material atau komponen produk utama tersebut. Pada proses perakitan maka layout tipe posisi tetap akan sering dijumpai karena disini peralatan keja (tools) akan mudah dipindahkan. Contoh nyata layout tipe ini bisa dijumpai dalam industri perakitan pesawat terbang, shipbuilding (Wignjosoebroto, 1993).

Referensi :

Agung , Y dan Machfud. 1990. Perancangan Tata Letak Pada Industri Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Francais, R. L. dan J. A. White. 1974. Facility Layout and Location. Prentice-Hall, Inc. Ney Jersey.
Meyers, Fred E.&Matthew P. Stephens. 2005. Manufacturing Facilities Design and Material Handling, Third Edition. Ohio: Prentice Hall.
Moore, J.M. 1962. Plant Layout and  Design. Macmilian Publishing.co. New York.
Rony setiawan.2010. Manajamen industri layout pabrik untuk smk.UNY
Wahyu Sugar Ibrahim. http://k011tiumb.blogspot.com/2012/10/konsep-dasar-tentang-desain-pabrik.html
Wignjosoebroto, Sritomo. 1993. Pengantar Teknik Industri. Jakarta: PT. Guna Widya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih, anda tidak menggunakan kata-kata berbau SARA. Komentar anda sangat membangun kami